Uncategorized

Jobveling ke Natuna

Alhamdulillah wa syukurilah, akhirnya saya sampai juga di Pulau Natuna. Meskipun datang ke pulau ini dalam rangka menunaikan tugas, namun hal ini merupakan sesuatu yang fantastis. Bisa mengunjungi salah satu bagian dari Indonesia yang letaknya nun jauh dari pusat peradaban negeri ini. Bahkan di titik terluar batas negara.

Untuk mencapai Natuna, saya naik pesawat dari Medan ke Batam pada hari Senin tanggal 17 Maret 2014. Tidak ada pesawat yg connecting ke Natuna, maka saya pun harus menginap di Kota Batam. Keesokan harinya, perjalanan saya lanjutkan ke Natuna melalui Bandara Hang Nadim, dengan menumpang pesawat Wings Air. Walaupun tiket cukup mahal untuk waktu tempuh yang serupa dengan destinasi berbeda di Indonesia, tapi karena ini perjalanan “gratis”, ya saya nikmati sajalah. Meskipun ada maskapai lain yang melayani rute ini seperti sky aviation. Hanya saja, kalau naik pesawat, rencanakanlah perjalanan anda dengan membeli tiket pesawat pergi pulang, karena tiket ke pulau ini sering habis, kan nggak lucu terdampar di natuna gara-gara kehabisan tiket pesawat.

Selain fokus dengan pelaksanaan tugas pokok dari kantor, ada beberapa agenda wisata yang menarik untuk saya tunaikan. Salah satu yang menarik bagi saya adalah objek wisata Alif Stone Park. Objek wisata ini cukup menarik karena banyaknya bebatuan ukuran sangat besar yang berserakan di bibir pantai. Pengelola wilayah ini pun cukup kreatif menurut saya, karena mereka membuat jembatan kayu yang bisa digunakan untuk mendatangi batu-batu yang ada di area tersebut. Jembatan itu menghubungkan batu ke batu.

image

Suasana di wilayah ini, menurut saya sangat menarik untuk digunakan sebagai tempat yang romantis untuk melalui sebahagian masa liburan bersama sang kekasih (istri). Kita bisa menikmati alam laut yang terhampar di antara bebatuan, karena air laut di sekitaran batu ini cukup tenang dan jernih untuk itu. Belum lagi pengelola juga sedang menyiapkan bangunan sejenis cottage di antara bebatuan itu. Wew, romantis sekali kalau menginap bersama sang istri di Alif Stone itu.

image

Selain itu ada satu objek wisata yang sangat menarik, yaitu Pulau Senoa atau sering dijuluki dengan Pulau Ibu Hamil. Silahkan dicari sendiri tentag legenda pulau itu, karena memang saya lebih tertarik membicarakan keindahannya.

Untuk berkunjung ke Pulau Senoa, sesampainya di Natuna, kita bisa menyewa (rental) sepeda motor untuk jalan-jalan dipulau ini. Sewa sepeda motor rata-rata sekitar Rp 75K per hari,  sehingga kita bisa leluasa kemana saja.  Dari Kota Ranai, langsung saja pacu sepeda motor anda ke daerah sepempang, cukup susuri saja jalan tepi pantai ke arah utara. Kurang lebih 10 menit anda akan menemui dermaga kecil yang banyak perahu kecilnya, disitulah kita bisa menyewa perahu menuju senoa. Sewa perahu berkisar antara 300-500 Ribu rupiah, kita bisa memintanya untuk menunggu kita dengan syarat jangan lupa membawa nasi bungkus ekstra untuk pembawa perahu, bisa satu atau dua orang.

image

Biaya hidup di Natuna cukup mahal, misalnya nasi bungkus warung padang sekitar 25 ribu, biaya potong rambut 25ribu. Jadi mendingan potong rambut di kampung asal lah ketimbang cukur rambut di natuna hahahahaha….

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan di pulau senoa ini. Sekedar saran saja, supaya puas main di senoa, sebaiknya ditergetkan mendarat di pulau senoa jam 7 pagi, atau lebih pagi, toh di Natuna jam 6 sdah terbit matahari. Bisa mancing, snorkling, diving, peralatannya bisa disewa di tempat sewa perahu. Sewa peralatan diving berkisar 400-500 ribu per orang termasuk pendampingnya. Saran juga, kalau mau ke pulau ini baiknya bawa parang besar supaya bisa menikmati kelapa muda gratis yang berlimpah ruah. Bawa makanan ekstra, nasi cukup, minum yg cukup, karena tidak ada warung di pulau ini. Kalau mau mandi bilas, tersedia kamar mandi air tawar karena ada sumur bor sepertinya. Kalau butuh listrik pun ada pasokan listrik dari PLTS besar yang digunakan untuk memasok kebutuhan suar di pulau ini.

image

Tips lain yang saya rekomendasikan, gunakanlah sandal gunung, supaya bisa naik ke bukit tempat menara suar karena medannya berbatu-batu kecil dan tajam. Medannya kurang lebih seperti ini nih, sakit kan kalau nggak pakai sandal. Sandal pun kalau bukan sandal gunung justru licin.

image

Bahkan dibalik pulau kecil itu ada spot yang menarik dan menantang kayak gini nih. Lagi-lagi saran saya adalah selalu berhati-hati karena bebatuan di titik ini licin-licin. Termasuk peralatan kamera harus hati-hati jangan sampai kecebur. Dan jangan coba bawa tas deh,  dijamin basah hehehehee.

image

Selain itu, ada juga sisi pulau seperti gambar di bawah ini yang menarik sekali untuk dijelajahi. Diujung pulau itu saya yakin ada spot yang menarik, hanya saja malangnya kawan saya tidak ada yang berani menemani saya, secara itu kan pulau tak berpenghuni. Kesana sendiri berani saja, tp kalau ada apa-apa gak ada tim kan konyol jadinya. Makanya, kalau mau ke pulau ini ajaklah teman yang betul-betul punya nyali petualang dan dalam kondisi fit.

image

Satu lagi yang menarik untuk dijelajahi di pulau ini adalah naik ke atas bukit. Karena saya tidak ada teman, ya urung deh 🙁  By the way, inilah penampakan beberapa titik yang menurut saya menarik dan indah di Pulau Senoa ini.

image

Baiklah, kalau penasaran, buruan rencankan perjalanan anda menuju Pulau Senoa. Allahuakbar !!!

Comments