Uncategorized

Kita tak bisa melarang burung terbang di atas kita?

Topik ini masih menggelitik isi kepala saya. Dengan prinsip itu, seseorang rela membiarkan tetangganya menjual miras, rela membiarkan tetangganya membuka rumah bordil, rela membiarkan tetangganya menjual narkoba, dan lain-lain. Apa yang bisa dilakukan, hanya melapor kepada pihak yang berwajib, jika tidak ditanggapi, ya pindah dari lingkungan itu.

Apakah lantas semua orang mesti pindah dari negara ini mencari negara yang bebas dari semua hal negatif yang kita khawatirkan merusak anak-anak kita? Mengapa dengan prinsip tersebut, lalu orang lebih rela mengobati anaknya yang kadung kecanduan miras atau narkoba dari pada harus beramai-ramai secara jama’ah memaksa para pelaku hal-hal negatif itu pergi atau menutup kegiatannya?

Apakah demi sebuah alasan tidak mau di cap anarkis oleh media dan pemerintah, lantas kita diam saja melihat hal-hal negatif tersebut merusak anak keturunan kita? Memang benar, kita bisa membekali anak keturunan kita dari rumah berupa benteng iman yang kuat dan lain hal yang sifatnya positif, tapi kan kita juga tak bisa mengontrol dengan siapa anak-anak kita akan bertemu diluar sana, baik sengaja maupun tidak.

Memang benar kita percaya kekuasaan Alloh SWT yang akan menjaga anak keturunan kita sesuai kehendakNya, sesuai dengan doa-doa kita. Tapi bukankah Alloh SWT memerintahkan kita untuk berdoa sambil berusaha!

Tapi kalau burung itu bisa kita tembak jatuh atau bisa kita tangkap dan sangkarkan supaya tak liar, mengapa mesti kita harus membersihkan kotoran burung yang terlanjur mengenai baju kita?

Comments